Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor dengan teduhan rerimbunan pohon selalu menyuguhkan suasana hutan tropis yang segera dapat meredam kegaduhan mesin kendaraan yang merayapi jalan-jalan di kota Bogor. Itu pula yang menjadikan satu di antara empat Botanical Garden di Indonesia ini kerap dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, baik yang ingin sekedar berwisata menikmati alam bebas, maupun mereka yang berniat melakukan penelitian dan menimba ilmu pengetahuan.Pendiri kebun raya ini adalah warga Belanda bernama Casper Georg Carl Reinwardt yang pada tahun 1817 ditunjuk sebagai direktur Bisnis Pertanian, seni dan ilmu pengetahuan di Jawa dan pulau sekitarnya.

Kebun Raya tersebut didirikan pada 18 Mei 1817, tepatnya pada lahan seluas 47 hektare. Saat itu diperkirakan terdapat 900 jenis tanaman yang ada. Sebagian dari kawasan tersebut yang letaknya tepat di belakang istana Bogor. Pernah mendapat sentuhan penata taman Inggris, ketika Sir Thomas Satmford Raffles menjadi Gubernur Jenderal Belanda dan tinggal di Bogor. Ia bahkan membuat tempat peringatan untuk mengenang istrinya, Lady Olivia Marianne yang meninggal pada tahun 1814.

Pintu gerbang Kebun Raya Bogor berhiaskan patung Ganesha, dewa dalam kepercayaan Hindu yang wujudnya setengah manusia dan setengah gajah, biasa diyakini sebagai dewa ilmu pengetahuan. Di balik gerbang, membujur lurus jalan Kenari sepanjang 450 meter, yang di tepi kiri dan kanannya ditumbuhi pohon kenari (Cannarium Commune). Pohon kenari mulai ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1832 oleh Teysmann.

Kenari sekarang merupakan salah satu dari ratusan jenis pohon yang ada di kebun tersebut. Buah kenari yang juga dijuluki almon Indonesia, biasa diperdagangkan sebagai bahan campuran membuat kue. Kulit buahnya yang keras menjadi bahan kerajinan tangan khususnya ukir dan banyak diperjualbelikan sebagai cenderamata khas Kebun Raya Bogor.

Kebun raya seluas 87 hektare tersebut relatif luas untuk dikelilingi dengan berjalan kaki, apalagi jika tidak mengikuti arah yang benar bisa membuat pengunjung hanya berputar-putar di sebagian tempat namun melewatkan tempat-tempat yang lain. Dalam buku panduan Kebun Raya Bogor “Four Guided Walks Bogor Botanic Garden” karya Jose Levelink, Amanda Mawdsle dan Theo Rijinberg, dituliskan panduan berwisata dalam empat jalur jalan kaki.

Pelancong dapat dengan rata menikmati kekayaan ragam tanaman koleksi, ada kawasan palem, pandan, bambu, pohon-pohon jati, beringin, liana, anggrek, bahkan juga pepohonan buah-buahan dan rempah-rempah seperti nangka, salak, manggis, pala, kayu manis, kelapa sawit dan bunga-bungaan. Tanaman koleksi tersebut sebagian besar didatangkan dari luar kawasan bahkan juga dari mancanegara dan sebagian lagi merupakan tanaman asli.

Salah satu sudut yang banyak menjadi favorit pengunjung adalah Astrid Boulevard, kawasan yang diberi nama seperti nama Putri Astrid dari Belgia. Nama tersebut diberikan sebagai penghormatan atas kunjungan Putri Astrid bersama suaminya Pangeran Leopold ketika berbulan madu pada tahun 1928. Di jalur tengah jalan kembar itu ditanami rumpun kana berbatang hitam dengan bunga warna merah dan kuning, seperti warna bendera Belgia.

Bunga Bangkai (raflesia) juga merupakan salah satu koleksi tanaman yang banyak mengundang minat wisatawan untuk menyaksikan demikian pula kolam-kolam berisi teratai raksasa, terutama yang terletak di belakang halaman Istana Bogor. Kebun Raya Bogor juga memiliki museum yang mengoleksi satwa serangga, mamalia, reptilia, ikan bahkan juga kerangka paus biru, rumah kaca untuk tanaman anggrek, herbarium dan pusat penelitian botani. Sejumlah peninggalan kuno dari masa kejayaan Hindu juga terdapat di dalam kebun, demikian pula pemakaman Belanda dan China serta Hindu.

Terdapat sebuah kantin, Cafe Dedaun, selain juga ada sejumlah pedagang kaki lima yang menjual makanan ringan, asinan, rujak bahkan es krim untuk melengkapi fasilitas umum yang ada. Banyak orang mengatakan bisa merasa bahagia jika berada di dalam kebun raya.

Ir. Suhirman dalam kata pengantar pada buku panduan Kebun Raya Bogor menyebutkan bahwa pemahaman pengunjung terhadap kebun raya, tanaman memang dapat meningkatkan kebahagiaan. Penulis asal Inggris, Qaisra Sharaz pun menyampaikan kekagumannya terhadap koleksi pepohonan di kebun raya Bogor. Dia mengatakan Indonesia mempunyai pepohonan yang hijau mengagumkan, sepanjang tahun hijau, dan dengan mengunjungi kebun raya ini bisa mewakili perjalanan menjelajahi alam hayati di Indonesia. Hanya beberapa puluh meter dari gerbang jalan raya Bogor, pengunjung memang bisa menemukan suasana teduh, tenang dengan gemersik daun, bunyi air sungai mengalir dan kicau burung. Benar-benar oase di tengah kegaduhan kota Bogor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: