Hinaan, Cacian, adalah Semangatku !

Suatu pagi yang hitam, kelam dan suram saat aku tahu ku tak sempurnya, kadang aku kecewa pada Tuhan yang kupuja. Mengapa semua ini terjadi untukku? Mengapa………..?, tapi hal itu tak bertahan lama karena kini aku bahagia, Tuhan Terima kasih, thank for your power, thank for everytink, thank for your guide. So read this histories from me.

Setelah gagal dalam 2 (dua) kali PMDK di UIN Jakarta tahun 2003 dan IKJ Jakarta tahun 2004, aku tak punya pilihan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi, aku hanya ingin terdiam karena aku merasa malu dan telah kalah. Sementara itu diakhir gelombang penerimaan mahasiswa baru, Ayahku mencoba untuk mendaftarkanku di salah satu Universitas Swasta di Bogor hasilnya aku di terima di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Program Studi Bahasa Inggris.

Kuceritakan semua keluh kesah itu pada lelaki tua setengah baya, jujur aku tak suka” aku tak bisa, lelaki setengah baya itu terdiam, menatap tajam kearahku” ia berteriak kamu tak kan pernah bisa, disana kamu akan jadi bahan tertawaan, jangankan menguasai bahasa dengan baik mengucapkan “r” saja kamu tak bisa, suaranya lantang memecah kesunyian, serentak semua orang yang ada menatapkaku sambil tertawa terbahak bahak, bahkan diantara mereka berteriak sudahlah cadel lebih baik kamu kerja ikut pamanmu, kamu tak pantas, lagian rasanya nilai mu pasti hancur karena kamu cadel ngaca donk, pedih, sakit terkikis aku menangis perih berjerit dalam batin. Aku menundukan kehormatanku, lalu pergi tanpa pamit, aku berjanji tak kan pernah lagi minum kopi di kedai itu.

Seiring dengan waktu aku mencoba untuk melupakan semua itu, namun aku tak mampu, dalam tidurku kata-kata itu terniang berbisik dalam hati yang terdalam, lalu aku bangkit, kubuka buku perkuliahanku, kupelajari satu persatu, aku hanya ingin membuktikan bahwa aku mampu, bahwa aku bisa aku yakin tak ada manusia yang sempurna. Semakin bisikan cacian itu berdendang, semakin aku ingin menguasai materi perkuliahan. Akhirnya hinaan itu menjadi satu pegangan untuk aku bangkit, kujadikan cacian sebagai motivasi, hasilnya indek prestasiku di atas tiga, hasil yang memuaskan dari inssan yang sebelumnya tak punya kekuatan, hasil yang memuaskan yang timbul karena cacian, akhirnya kini aku paham apa yang mereka katakan bersipat positif karena dapat memicu seseorang untuk maju, aku paham kadang buaian atau pujian tak lebih berati dari semua ini karena buaianyan jika kita terbuai kita akan jatuh kedalam jurang sedangkan cacian penyemangat, pembangkit jiwa yang telah mati, jadi mulai saat ini buat teman teman yang selalu di caci dihina karena kekurangan atau kelemahan jadikan semua itu pendorong, motivasi untuk sukses buktikan bahwa kita bisa. Dan yakinlah bahwa Tuhan telah memberikan kelebihan dibalik kekurangan kita, So let’s go to study.

Tb. Akhmad Muhibudin Al-Djuhaindy

“Jika aku dapat meminta agar hidupku sempurna, itu merupakan godaan menggiurkan namun aku akan terpaksa menolak, karena dengan begitu aku tidak dapat lagi menarik pelajaran dari kehidupan” Allyson Jones

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: