Membangun ”Dream Team”

Sebuah organisasi ataupun perusahaan terdiri dari kumpulan orang yang bekerja sama mencapai suatu tujuan. Tujuan tersebut tidak mungkin dicapai oleh pemilik perusahaan saja ataupun pemimpin perusahaan saja, karena begitu banyak kegiatan yang perlu dilakukan dalam waktu yang terbatas dengan menuntut keterampilan yang beragam. Hal ini dibenarkan oleh Michael Dell, pendiri Dell Computers, yang mengatakan bahwa satu orang tidak mungkin melakukan semuanya sendirian.

Oleh:

Roy Sembel, Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara (www.roy-sembel.com),
Sandra Sembel, Direktur Utama Edpro (Education for Professionals), edpro@cbn.net.id

Pendapat ini juga didukung oleh Thomas J. Neff dan James M. Citrin dalam buku mereka Lessons from the Top yang mengatakan bahwa pemimpin bisnis yang besar didukung oleh tim manajemen yang juga hebat. Bagaimana para pemimpin bisnis besar tersebut memilih personel yang akan masuk ke dalam Dream Team manajemen di perusahaan mereka? Setelah mereka mendapatkan orang-orang yang tepat, bagaimana para pemimpin tersebut memberi inspirasi kepada Dream Team mereka untuk menunjukkan prestasi yang optimal? Silakan intip informasi berikut.

Siapa yang Dipilih?

Banyak pemilik perusahaan yang memilih orang-orang yang bisa dibayar rendah karena dana terbatas. Banyak juga pemimpin bisnis yang memilih orang yang kemampuannya di bawah mereka karena para pemimpin ini takut disaingi oleh orang yang mereka rekrut. Apakah strategi mereka ini juga diterapkan oleh para pemimpin bisnis dunia yang telah meraih sukses di bidang mereka masing-masing?

Sikap

Pengetahuan dan keterampilan bisa dipelajari dengan berjalannya waktu, tapi sikap positif tidak mudah dibentuk. Menyadari kondisi seperti ini, banyak perusahaan kelas dunia yang menempatkan sikap positif sebagai faktor utama yang dipertimbangkan dalam merekrut anggota dream team mereka.
Misalnya saja Walt Disney dari Disney Media and Entertainment yang terkenal dengan film-film animasinya yang legendaris, dan Herb Kelleher dari Soutwest Airlines yang merupakan salah satu perusahaan penerbangan terkemuka tidak saja di Amerika tetapi juga di dunia.

Kedua pemimpin perusahaan tersebut menempatkan sikap di urutan pertama dalam penilaian untuk memilih orang-orang yang akan mereka ajak untuk memperkuat Dream Team manajemen di perusahaan mereka masing-masing. Walt Disney yang banyak bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain, seperti Pixar untuk menghasilkan film-film berkualitas juga menerapkan prinsip ini dalam memilih mitra bisnis mereka untuk membentuk Dream Team di lingkaran luar perusahaan. Demikian pula dengan William Colgate, pemilik perusahaan yang menghasilkan berbagai kebutuhan rumah tangga seperti pasta gigi dan sabun.

Colgate percaya bahwa sikap memiliki sifat yang menular. Jadi, untuk tetap mempertahankan sukses, perlu dicari orang-orang yang juga bisa memiliki sikap positif yang dapat ditularkan kepada rekan-rekan sekerjanya. Sikap positif yang banyak dicari antara lain adalah: kejujuran, pikiran positif, komitmen, dan tanggung jawab.

Kemampuan
Pekerjaan tertentu membutuhkan orang-orang dengan keterampilan khusus atau keterampilan dengan tingkat keahlian tertentu. Dengan demikian, setelah sikap, faktor berikut yang perlu dipertimbangkan adalah kemampuan. Charles Schwab, pendiri dan pemimpin perusahaan pialangnya sendiri, memberikan tip penting untuk memilih orang dari segi kemampuannya. Pilihlah orang-orang yang memiliki kemampuan yang tidak Anda miliki, demikian saran Schwab.

Kemampuan yang dipilih tentunya kemampuan yang saling menunjang, sehingga seorang pimimpin tidak perlu melakukan segala sesuatunya sendirian. Dia punya orang-orang dengan kemampuan yang saling menunjang sehingga dapat saling mengisi dalam menjalankan kegiatan di perusahaan. Sedangkan R.H. Grant punya pendapat lain. Menurut Grant, tidak masalah jika orang yang kita rekrut memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari kita, karena berarti kita bisa mendelegasikan sebagian besar tugas, tidak usah terlalu terlibat dalam kegiatan operasional dan bisa berkonsentrasi untuk lebih memikirkan strategi bisnis.

Kepemimpinan
Di era informasi yang menggulirkan banyak perubahan cepat yang memacu persaingan yang hiperkompetitif, diperlukan pemain-pemain bisnis yang mampu memberikan solusi, mengkoordinasikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya ataupun tanggung jawab departemennya dengan tugas-tugas orang lain dan departemen lain, serta kemampuan menyatakan pendapan dan menghargai pendapat orang lain. Kemampuan ini hanya dimiliki mereka yang memiliki keterampilan seorang pemimpin. Jadi, selain sikap dan kemampuan, kepemimpinan merupakan faktor yang juga penting untuk diperhatikan dalam memilih anggota Dream Team manajemen.

Memang sulit menentukan pada interview pertama apakah seseorang memiliki keterampilan seorang pemimpin atau tidak. Beberapa pemimpin bisnis menyiasati hal ini dengan memilih orang-orang yang sudah punya pengalaman memimpin: baik di organisasi sekolah, organisasi sosial di masyarakat, ataupun di perusahaan sebelumnya. Misalnya saja yang dilakukan oleh Steve Case dari AOL. Pemimpin bisnis ini memilih pemimpin puncak (bukan pemilik) dari perusahaan-perusahaan yang diakuisisi untuk ikut dalam tim manajemen inti yang bersama-sama saling mendukung untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Memacu untuk Berprestasi?

Setelah Dream Team dibentuk, langkah selanjutnya mempertahankan mereka dan memacu mereka untuk menunjukkan prestasi mereka yang optimal. Ada banyak cara yang bisa dilakukan seorang pemimpin bisnis untuk memberi inspirasi kepada timnya untuk berprestasi, antara lain adalah sebagai berikut.

Hati Senang

Jika seseroang merasa senang melakukan suatu pekerjaan, maka orang tersebut akan terpacu untuk melakukan pekerjaan tersebut dengan hasil yang terbaik. Tanpa hati yang senang, pekerjaan akan menjadi beban berat sehingga sulit untuk dilakukan. Bekerja dengan hati berat membuat kita merasa cepat merasa lelah dan cepat merasa putus asa ketika masalah datang. Jadi, menurut Dave Thomas, pendiri restoran cepat saji Wendy’s, untuk melakukan pekerjaan dengan hasil yang terbaik, seseorang perlu memiliki kecintaan pada pekerjaan yang dilakukannya.

Katherine Graham juga setuju dengan pendapat ini. Ia mangatakan bahwa mencintai apa yang Anda lakukan dan merasa bahwa yang Anda lakukan adalah sesuatu yang penting, akan membuat hati senang. Jadi untuk mendorong orang berprestasi, pemimpin bisnis harus menciptakan suasana kerja yang menyenangkan serta memastikan bahwa tiap orang yang ada diperusahaan ditempatkan di bidang yang benar-benar ia minati.

Ada banyak faktor yang bisa membuat hati senang, salah satunya menurut William E. Heinecke dalam bukunya The Entrepreneur adalah ”penghargaan”. Semua orang ingin dihargai: pendapatnya, pekerjaannya, dan keberadaannya. Jadi, sebagai pemimpin jangan segan-segan memberi pujian pada karyawan yang berprestasi, atau karyawan yang mampu menawarkan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi perusahaan. Penghargaan juga bisa diberikan untuk setiap pendapat yang disampaikan, walaupun berseberangan dengan pendapat sang pemimpin perusahaan. Pendapat yang berbeda ini jangan langsung dimatikan, tetapi didengarkan dengan seksama, dievaluasi untuk hal-hal yang bisa menjadi nilai tambah.

Menjadi Diri Sendiri

Sulit bagi seseorang untuk berpura-pura menjadi orang lain. Untuk beberapa saat bisa saja hal ini dijalankan, tapi waktu juga akan mengungkapkan kepribadian asli seseorang. Jadi, ciptakan suasana kerja yang memungkinkan karyawan untuk menjadi diri mereka sendiri. Biarkan mereka menyampaikan pendapat mereka yang original, biarkan mereka berkarya sesuai dengan kemampuan dan kepribadian mereka yang sebenarnya. Dengan demikian mereka akan merasa aman, dan merasa dihargai.
Selain itu, mereka tidak akan takut untuk berkreasi sesuai dengan kemampuan dan kepribadian mereka, serta menyampaikan ide-ide kreatif mereka yang mungkin bisa digunakan untuk kepentingan perusahaan. Dengan menjadi diri sendiri, menurut Martha Ingram dari Ingram Industries, orang akan merasa senang untuk datang ke tempat kerja, dan tentu saja menjadi lebih produktif dan kreatif dalam menyelesaikan pekerjaan mereka.

Beri Contoh

Kualitas apa pun yang ingin kita tanamkan dalam perusahaan yang kita pimpin akan sulit bertumbuh hanya dengan kata-kata dan setumpuk prosedur dan peraturan saja. Senjata ampuh untuk menanam budaya positif adalah dengan memberi contoh, karena tindakan memiliki kekuatan yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kata-kata.

Jika kita ingin karyawan kita untuk memiliki kejujuran, kita juga harus jujur dan terbuka kepada mereka. Jika kita ingin agar mereka yakin bahwa perusahaan akan sukses, kita sendiri harus memiliki keyakinan tersebut. Jika kita ingin karyawan mempercayai pimpinan, para pemimpin juga harus menunjukkan kepercayaan mereka kepada karyawan. Jadi, apa yang kita ingin dapatkan dari karyawan, harus kita berikan dulu kepada mereka dalam bentuk tindakan nyata. Tanpa tindakan akan sulit bagi mereka untuk mengetahui dengan jelas apa yang kita inginkan.

Walt Disney, Charles Schwab, William Colgate, Martha Ingram, Steve Case dan Herb Kelleher adalah pemimpin bisnis kelas dunia yang menyadari pentingnya mencapai sukses dalam tim. Mereka juga menyadari bahwa kemampuan seorang pemimpin terbatas, jadi para pemimpin memerlukan bantuan dan dukungan dari tim inti yang bisa diandalkan. Untuk itu, anggota tim inti perlu dipilih secara hati-hati. Setelah orang yang tepat terpilih, mereka perlu dipacu untuk berprestasi dengan menciptakan suasana kerja yang bisa membuat hati senang, yang bisa membuat karyawan menjadi diri mereka sendiri dan membuat karyawan bisa dengan jelas melihat sikap dan kualitas yang diterjemahkan dalam tindakan nyata yang patut diteladani mereka. Ada banyak cara lain untuk membentuk Dream Team, tetapi paling tidak beberapa faktor yang sudah dibahas di sini bisa dijadikan titik awal untuk membentuk dan memacu Dream Team untuk menunjukkan pretasi gemilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: