Alat Sukses Bernama Belajar

Sukses selalu terdiri dari impian yang kuat, perjuangan yang keras dan sistem yang handal dengan disertai doa yang benar kepada Tuhan YME, penentu segala keberhasilan. Sistem yang handal seyogyanya adalah sistem yang dapat dikerjakan dan dilakukan oleh semua orang tanpa pandang bulu: tanpa batasan usia, tanpa batasan latar belakang pendidikan, keluarga, kekuatan finansial. Sistem yang dapat dikerjakan oleh semua orang berarti dapat juga dikerjakan oleh diri kita sendiri.

Oleh
ROY SEMBEL dan AGUNG BARUNO

Orang sukses selalu mengikuti sistem yang sudah teruji keberhasilannya dan yang sederhana. Sistem di sini berupa alat-alat yang akan membantu kita mengikuti jejak-jejak orang sukses dan tingkat kesuksesan yang kita inginkan. Alat dapat membantu kita semua mempermudah dalam mencapai tingkat kesuksesan yang kita harapkan. Alat terhebat yang pernah ditemukan oleh manusia adalah pendidikan.
Manusia adalah makhluk yang menggunakan alat. Manusia selalu menggunakan alat untuk membantu dan mempermudah dalam memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ahli sejarah menemukan alat-alat primitif yang digunakan oleh manusia purba untuk berburu.

Manusia purba telah menggunakan tulang-tulang, batu yang mereka pergunakan untuk berburu. Dalam tingkatan yang lebih maju menusia purba telah menggunakan bahan olahan yaitu perunggu, dalam rangka mendapatkan binatang buruan yang lebih baik. Lalu diketemukan juga bahwa mereka telah menggunakan api untuk memasak binatang buruannya supaya, mungkin, enak dimakan dan mudah untuk dicerna.

Seorang juru masak terkenal pasti mempunyai alat-alat yang lengkap untuk membuat masakannya. Para pemburu dewasa ini menggunakan teknologi super canggih untuk berburu, penggunaan senjata yang dilengkapi oleh pembidik laser.

Para nelayan, pemburu di laut, menggunakan peralatan canggih, mulai dari kapalnya yang dilengkapi dengan peralatan radar pendeteksi keberadaan ikan yang berhubungan langsung dengan satelit di luar angkasa. Penggunaan jaring dan alat pancing modern lainnya sampai disediakan bagian pengolah ikan hingga siap dijual apabila kapal merapat di pelabuhan tujuan. Seorang dosen membutuhkan komputer note-book untuk menuangkan ide-idenya kepada para mahasiswa dan mempermudah dirinya dalam menjelaskan ide-idenya tersebut.

Seorang dokter tidak pernah terlepas dari alat terhebatnya yaitu stetoskop. Coba Anda datang memeriksakan diri Anda ke seorang dokter yang tidak memiliki stetoskop, kemudian untuk mendengar detak jantung Anda dokter tersebut menggeser-geser kupingnya di dada Anda, apa yang terjadi? Kalau sesama jenis mungkin bisa diterima, tapi kalau istri Anda yang ke dokter tersebut?
Dalam tulisan kebiasaan-kebiasaan orang sukses sebelumnya telah dibahas faktor seperti memiliki impian yang jelas dan detail, memiliki network yang luas dan dibangun secara sengaja, kerja yang konsisten dan persisten.

Dalam konteks itu, alat adalah sarana yang mempermudah untuk mencapai tujuan dan impian kita. Memang dari semua kebiasaan orang sukses impian menempati urutan pertama karena merupakan visi dan cetak biru untuk apa yang ingin kita capai. Baru kemudian kita cari untuk menuju dan merealisasikan cetak biru itu, alat dan sarana apa serta kendaraan apa yang tepat dinaiki.

Pendidikan, kendaraan kunci mencapai sukses

Banyak sekali kendaraan di luar sana yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan kita. Satu alat yang terpenting adalah pendidikan. Pendidikan yang menyebabkan peradaban manusia berkembang, budaya manusia berkembang, pola pikir manusia berkembang.

Pendidikan di sini bukan dibatasi hanya dengan pendidikan formal. Banyak orang sukses yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal yang tinggi dan terstruktur. Banyak juga orang yang memiliki pendidikan formal tinggi tidak sukses.

Jadi apakah pendidikan formal tidak penting dan bahkan bisa menghambat kesuksesan seseorang? Pertanyaan ini selalu diungkapkan dalam pertemuan dan seminar bahkan dikelas saat seorang guru, dosen menekankan pentingnya pendidikan bagi murid dan mahasiswanya. Kalau mau diteliti dan diurut-urut orang-orang sukses yang tidak memiliki pendidikan formal terstruktur dan sering kali putus sekolah, selalu memiliki impian yang jelas, detail dan kuat. Mereka juga memiliki pendidikan dasar dalam hal membaca, berhitung, berhubungan dengan sesama manusia, pendidikan dasar keagamaan atau pendidikan dasar spiritual. Artinya mereka juga memiliki pendidikan formal sampai batas tertentu.
Tidak ada manusia di dunia yang tumbuh dan berkembang tanpa melalui pendidikan. Orang-orang sukses tersebut bahkan terus-menerus belajar walau tidak melalui bangku sekolahan, bahkan mereka bisa mengajari orang-orang sekolahan.

Mereka bisa menjadi guru dan legenda hidup yang patut kita pelajari kiat-kiat suksesnya. Banyak juga cendekiawan yang mendapatkan gelar-gelar tinggi akademis karena melakukan penelitian terhadap orang-orang sukses yang tidak memiliki pendidikan akademis ini. Di setiap buku suci semua penganut agama selalu terdapat satu, dua atau bahkan lebih ayat yang menekankan pentingnya pendidikan. Bahkan para akademisi sendiri menyarankan bahwa pendidikan untuk sukses sebetulnya dimulai saat kita lepas dari dunia pendidikan formal. Kita duduk dibangku sekolah rata-rata paling lama tidak lebih dari 20 tahun. Sedangkan manusia yang hidup lebih dari 60 tahun, jadi sisa 40 tahun itu saat kita semua mendapatkan pendidikan dari dunia kehidupan di luar sekolah. Pendidikan dari dunia kehidupan ini yang membentuk dan membantu keberhasilan seseorang.

Lifetime Learning

Sebuah organisasi hebat telah lahir di Indonesia. Organisasi ini membantu orang-orang untuk tetap mendapatkan pendidikan walaupun sudah tidak lagi duduk dibangku sekolah atau bangku kuliah.
Para pelaku di organisasi ini percaya walaupun tidak melalui dunia pendidikan formal tapi kita tetap dapat meraih kesuksesan yang luar biasa. Indonesia School of Life [ISOL] adalah suatu organisasi yang percaya untuk memberdayakan manusia Indonesia tidak harus dan tidak selalu melalui jalur pendidikan formal dan akademis.

Mereka mempunyai visi anak bangsa untuk Indonesia tahun 2045 ”Bangga menjadi Anak Bangsa Indonesia dengan cara menjadi Kebanggaan bagi Indonesia”. Organisasi mandiri ini memiliki visi sampai tahun 2045, mereka sudah tahu akan ke mana tujuannya, tinggal menciptakan atau menaiki kendaraan yang tepat untuk mewujudkan visi itu di tahun 2045.

Coba simak, Bill Gates, bosnya Microsoft yang menurut majalah-majalah bisnis adalah orang terkaya di bumi saat ini. Ada lelucon yang menceritakan bahwa kalau mau sukses besar harus drop out dari Harvard seperti Bill Gates. Michael Dell top eksekutifnya Dell Computer yang menggugah dunia dengan layanan penjualan komputer melalui internet dan juga merupakan orang terkaya di dunia, drop out dari sekolahnya.

Tiger Wood jutawan atau bahkan milyader olah raga Golf tidak pernah memiliki gelar akademis yang tinggi, tetapi banyak filosofi dalam bertanding golf-nya yang diikuti dan dipelajari orang banyak dalam meraih sukses. Sudono Salim atau Liem Sioe Liong, apakah pernah duduk dibangku perguruan tinggi mungkin bangku SMA juga tidak pernah dia lewati tetapi berhasil menjadi orang terkaya di Indonesia saat itu. Bahkan saat ini kebanyakan orang kaya Indonesia diselidiki sumber kekayaannya, tetapi dia tidak pernah disentuh dan dicari.

Bisa jadi Om Liem sedang duduk santai dipinggir pantai atau main golf untuk membicarakan bagaimana mendapat uang lebih banyak lagi. Om Bob Sadino, masih dengan celana jins pendeknya berkeliling kebun atau sedang memberikan seminar pada sekumpulan orang-orang dengan latar belakang akademis tinggi bagaimana menjadi sukses, minimal seperti dirinya yang tidak memiliki gelar akademis tinggi.
AA Gymnastiar, seorang da’i, seorang ustad, yang mempunyai pendidikan bukan dari bidang keagamaan, melainkan dari universitas tidak begitu terkenal di Bandung, sekarang diminta memberikan ceramah di seantero Nusantara.

Dia berhasil menciptakan sebuah kelompok mandiri di lingkungan pesantrennya yang hidup dari usaha-usaha mereka sendiri. Saat ini banyak lembaga atau individu berguru ke pesantrennya untuk mempelajari bagaimana AA Gym, meletakkan dasar perekonomian di lingkungannya. Manajemen Qolbu adalah salah satu ajaran pokoknya yang sangat sesuai dengan wawasan kita saat ini.
Dari uraian di atas, pendidikan formal, sampai pada tahap tertentu penting diperoleh. Namun, yang lebih penting adalah proses pembelajaran yang berkelanjutan yang relevan dengan masalah yang dihadapi.
Selama ini pendidikan formal khususnya pendidikan tinggi lebih mengacu pada belajar tentang sesuatu. Ada beda antara belajar tentang sesuatu dan belajar sesuatu. Belajar tentang berenang berbeda (jenis-jenis gaya renang, sejarah renang, dan lain-lain) dengan belajar berenang (langsung dikolam renang). Belajar tentang bisnis berbeda dengan belajar berbisnis.

Belajar tentang sukses berbeda dengan belajar sukses. Jadi tak heran bila banyak orang berpendidikan tinggi tapi tidak sukses di bisnis atau bidang lain, karena mereka ‘belajar tentang’ bukan ‘belajar melakukan.’ Sementara itu, orang-orang yang langsung terjun ke dunia bisnis sejak dini (seperti Om Liem, Bill Gates, dll), telah belajar berbisnis sungguhan.

Pesan dari artikel ini: Mau sukses? Kuncinya gunakan alat yang disebut belajar. Tapi bukan belajar sembarang belajar. Perlu ada kombinasi belajar tentang dan belajar melakukan. Kalau kedua tahap ini dilakukan, sebenarnya masih ada satu langkah lagi, yaitu belajar menjadi. Tentang hal ini akan dibahas dalam tulisan ManDiri di masa mendatang.

Selamat belajar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: